x
Hubungan Investor

Kondisi perekonomian global pada tahun 2017 mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan didorong oleh mulai bergeraknya pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat, Eropa dan China. Volume perdagangan dunia dan harga komoditas meningkat signifikan terutama karena China mulai meningkatkan kembali permintaan impornya.

Dampak peningkatan permintaan komoditas utama nonmigas mendorong kenaikan kinerja ekspor Indonesia. Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia tahun 2017 mencapai USD 168,73 miliar, naik 16,2% dibandingkan tahun 2016. Peningkatan ekspor tersebut terutama berasal dari kenaikan nilai dan volume ekspor nonmigas seperti minyak kelapa sawit (CPO) dan batu bara.

Pulihnya perekonomian global ikut mempengaruhi perekonomian Domestik. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 mencapai 5,07 %, sedikit lebih baik dari 5,03% pada 2016. Walaupun tidak naik secara signifikan, tetapi Indonesia telah memasuki momentum pemulihan. Beberapa indikator ekonomi makro menunjukkan stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan yang terkendali.

Survei Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada Desember 2017 menunjukkan IKK sebesar 126,4, meningkat dibandingkan 122,1 yang diperoleh pada survei November 2017. Meningkatnya keyakinan konsumen didorong oleh membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan di Bursa efek Indonesia (BEI) juga memberikan gambaran optimistis. IHSG ditutup pada posisi 6.355,654 atau meningkat 19,99% sejak awal tahun. Hal ini memberikan gambaran bahwa kepercayaan investor terhadap kondisi perekonomian Indonesia semakin meningkat.

Persepsi dunia terhadap perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2017 juga membaik. Hal itu terlihat dari predikat layak investasi yang diberikan oleh tiga lembaga pemeringkat utama di bidang investasi global, yaitu; Fitch, Standard & Poor’s, dan Moody’s Investors Services. Pada 20 Desember 2017, Fitch menaikkan peringkat Indonesia menjadi stabil (BBB), yang merupakan peringkat tertinggi bagi Indonesia sejak 1995.

Perbaikan ekonomi tak lepas dari upaya-upaya yang dilakukan pemerintah untuk memacu pertumbuhan. Pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang masif telah memberikan dampak bagi peningkatan kinerja sektor-sektor lain, kendati tidak dalam waktu singkat. Belanja pemerintah untuk infrastruktur telah mendorong naiknya investasi swasta dan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Paket kebijakan ekonomi yang diterbitkan pemerintah juga dipandang sebagai upaya mendorong percepatan investasi dan gerak roda perekonomian.